[UPIL] Fakta or mitos

by adee 0

Upil, kita semua pasti tidak asing dengan benda yang satu ini. Selain uang, upil merupakan benda yang selalu dicari setiap hari. Ironisnya dia selalu dicampakkan begitu saja setelah didapatkan. Sebagai kotoran hidung, upil merupakan produk normal tubuh yang berperan dalam pertahanan kesehatan hidung. Tanpa upil, mungkin jari kelingking kita berstatus pengangguran dan nggak punya kesibukan seperti mas-mas ‘alay’ yang suka joget-joget di acara TV itu.

Baiklah, ada beberapa fakta dan mitos yang harus kita ketahui tentang upil untuk menambah wawasan dan memperkaya intelektual kamu.

  1. Fakta atau mitos? Upil adalah kotoran hidung yang tidak memiliki manfaat.

Faktanya, upil adalah hasil pengeringan muskus/lendir yang terdapat pada rongga hidung sebagai mekanisme pertahanan tubuh untuk menyaring debu dan partikel asing yang berbahaya bagi tubuh. Jadi, siapa bilang upil tidak bermanfaat? Upil bahkan bisa menyembuhkan diare jika diminum bersama Entr*st*p.

  1. Fakta atau mitos? Upil merupakan pertanda adanya infeksi di dalam rongga hidung.

Faktanya, upil dan temannya: lendir, akan tetap ada meskipun tubuh berada dalam keadaan sehat. Namun memang, jika sedang dalam kondisi peradangan, jumlah lendir yang dikeluarkan akan semakin banyak. Jumlah lendir yang diproduksi disesuaikan dengan kebutuhan lubrikasi hidung. Ingat ya, hanya untuk hidung, lendir ini jangan dipakai untuk melumasi mesin motor, mesin jahit, atau mesin-mesin lainnya.

  1. Fakta atau mitos? Upil mengandung berbagai zat gizi yang berguna bagi tubuh.

Haah! Benarkah? Seandainya benar, mungkin bisa dipertimbangkan penggunaannya sebagai bumbu masakan, pengganti bawang goreng atau bubuk koya. Bagaimana??

Berdasarkan hasil penelitian (hasil penelitian loh ya), memakan upil diperkirakan dapat memperkenalkan berbagai materi asing kepada sistem imun tubuh. Lalu kalau sudah dikenalkan mau apa? Dijodohkan? Dilamar? Ah, sudahlah!

  1. Fakta atau mitos? Mengupil dapat mengakibatkan terjadinya mimisan.

Faktanya, mengeluarkan upil dengan cara yang salah—misalnya menggunakan clurit atau mungkin dengan sikat kawat—dapat menyebabkan luka dalam pada lapisan dinding hidung. Ya iya lah, apalagi kalau menggunakan tangan orang lain, bisa mengakibatkan luka dalam… aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulaaaang… aku bagaikan butiran debuuuu… *sing

  1. Fakta atau mitos? Mengupil dapat melatih diri menjadi lebih adil.

Yang ini sudah pasti mitos, bagaimana mungkin ‘ngupil’ berkorelasi dengan keadilan? Namun tahukan kamu, bahwa ternyata hal tersebut adalah fakta. Ternyata kamu bisa belajar keadilan melalui aktivitas mengupil. Filosofinya, jangan pernah mengupil hanya satu bagian saja, kanan saja, atau kiri saja, karena yang demikian bisa mengakibatkan ketidakadilan bagi keseluruhan hidung kamu. Namun jangan juga mengupil di kanan dan kiri secara bersamaan, karena dapat mengganggu pernapasan.

Itu tadi sedikit pengetahuan mengenai upil dan mengupil. Semoga artikel ini bisa memberikan manfaat dan membuat kamu menjadi lebih bijaksana dalam memandang upil atau menyikapi aktivitas mengupil. Ah, sudahlah!