Tips mutusin pacar yang baik dan benar

by ariel 0

Dalam hubungan pacaran, pasti ada masa-masa jenuh dan lelah yang menghampiri. Bisa jadi karena ketidakcocokan lagi—alasan klise para artis Indonesia—atau memang ada hal dari si doi yang tidak bisa kamu toleransi. Pertanyaannya adalah apakah rasa cinta yang tersisa masih cukup untuk mengacuhkan kejenuhan itu atau tidak. Jika rasa itu sudah tak cukup, atau malah sudah tidak ada lagi, mempertahankan hubungan yang rapuh itu akan sangat sulit. Akhirnya, kamu pun akan menyerah pada waktu dan memutuskan untuk mengakhiri semuanya.

Kalau sudah sampai pada taraf seperti itu, kamu akan dihadapkan pada kegalauan baru: bagaimana cara mutusin si doi. Enggak usah bingung dan galau, apalagi merana karena dilema mengakhiri hubungan. Jika suatu hubungan lebih banyak membuat hatimu sengsara dibanding bahagia, lebih baik diakhiri secepatnya tanpa ragu. Lantas bagaimana caranya mutusin si pacar yang berkontribusi besar terhadap bertambahnya kerutan di mukamu itu? Simak tips mutusin pacar yang baik dan benar berikut ini.

  1. Ajak Bicara Empat Mata

Tidak ada etika putus yang lebih buruk dibandingkan dengan melakukannya melalui media, baik itu ponsel, atau lebih buruk, media sosial. Ajak doi bertemu dan bicara empat mata untuk membahas maksudmu mengakhiri hubungan. Apapun alasanmu untuk mengakhiri hubungan—meski cuma karena si doi bau badan—si doi berhak tahu, secara langsung darimu, bukan dari dunia maya, apalagi dunia gaib.

  1. Hindari Tempat Umum atau Keramaian

Ketika si doi sudah setuju untuk bertemu membahas kelangsungan hubungan kalian, hindari memilih tempat umum atau keramaian sebagai tempat bertemu. Tentunya kamu tidak ingin mengambil risiko malu karena doi mengamuk karena kamu putusin kan? Bisa-bisa kamu mengalahkan kepopuleran video viral anak SMA yang ditilang lalu mengaku anak jenderal itu lagi.

  1. Jauhkan Semua Benda yang Berpotensi Menjadi ‘Senjata’

Reaksi seseorang ketika diputuskan pacar bervariasi tergantung level emosinya. Jika si doi punya temperamen yang buruk, sebelum mengutarakan maksudmu, ada baiknya jika kamu menyingkirkan semua benda yang berpotensi menyakiti dirimu ketika si doi tidak terima kamu putusin. Pulang dengan luka tusukan garpu sungguh bukan cara pulang yang keren, pun dengan muka hitam bertabur air kopi panas.

  1. Jelaskan Alasanmu Tanpa Bertele-tele

Berputar-putar membahas alasanmu memutuskan si doi hanya akan membuat si doi murka. Langsung saja sebutkan apa yang menjadi masalah kalian. Biar doi juga tahu apa yang membuatmu lebih memilih sendiri ketimbang mencoba memperbaiki hubungan. Berkata jujur pada saat-saat seperti ini adalah pilihan yang lebih bijaksana daripada bertele-tele dan memutar-mutar kata.

  1. Beri Doi Kesempatan Bicara

Yang namanya putus hubungan, harus dilakukan dengan persetujuan kedua belah pihak. Enggak bisa selesai hanya karena kamu sudah meneriakkan kata putus. Setelah kamu mengungkapkan isi hatimu, gantian dengan si doi. Biarkan si doi mencurahkan apa yang ada di hatinya juga. Dengan begitu, akan lebih adil buat dia dan buat hubungan kalian berdua.

  1. Teguh

Jika hatimu sudah mantap untuk mutusin doi, jangan terlihat ragu-ragu hanya karena kasihan padanya. Teguhkan niatmu, dan utarakan dalam kalimat yang tentu saja harus tetap sopan.

Sebisa mungkin akhiri hubungan dengan cara baik-baik, agar tidak ada dendam nantinya. Mengajak doi untuk sekadar berteman mungkin sulit, tapi setidaknya kamu bisa membujuknya agar kalian tidak saling membenci. Bagaimana? Sudah siap buat mutusin si doi malam ini?