Tips Cebok yang Baik dan Benar

by melani 0

Kita sering mendengar kalimat “gunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar,” ternyata yang harus dilakukan dengan baik dan benar bukan hanya penggunaan bahasa lho. Cebok juga harus dilakukan secara baik dan benar. Kenapa? Mari kita kupas tuntas alasan dan tips cebok yang baik dan benar.

Kenapa Cebok Harus Baik dan Benar?

Cebok adalah aktivitas membasuh organ genital setelah kita buang air kecil atau buang air besar. Cebok tidak boleh sembarangan dan asal guyur saja. Kenapa? Karena cebok sembarangan dapat menyebabkan kita terinfeksi oleh kuman-kuman jahat yang bisa saja merajalela masuk ke bagian organ intim kita. Ngeri banget, kan?

Bagaimana Cebok yang Baik dan Benar?

Cebok yang baik dan benar harus mengikuti kaidah percebokan secara ilmiah. Menurut anatomi dan fisiologi tubuh manusia cebok haruslah dilakukan dari arah depan ke belakang, yaitu dari organ perkemihan menuju anus. Kenapa harus demikian? Organ perkemihan merupakan organ yang steril dan berisi air seni yang diproduksi oleh ginjal secara steril juga. Sedangkan anus merupakan organ pembuangan yang sifatnya non steril, karena merupakan organ pembuangan sisa-sisa makanan. Jika kita cebok secara baik dan benar dari arah depan ke belakang, maka organ perkemihan kita tidak akan terkontaminasi oleh bakteri atau kuman-kuman yang berada pada anus. Jika kita mengabaikan arah cebok tersebut dan melakukan cebok dengan arah sebaliknya, maka bakteri yang terdapat pada feces dapat berpindah dengan mudah menuju organ perkemihan. Jika bakteri masuk ke dalam organ perkemihan, maka dapat terjadi infeksi saluran kemih, atau lebih sering disebut penyakit ISK.

Cebok yang baik dan benar juga harus memperhatikan jenis toilet yang akan dipakai terutama jika kita sedang berada di toilet umum. Jika kita hendak menggunakan toilet jongkok, sebaiknya guyur toilet menggunakan air hingga dua atau tiga kali guyuran. Kenapa hal ini harus dilakukan? Kita tidak pernah tahu bakteri apa yang sedang berenang di air toilet yang akan kita gunakan, jika kita langsung jongkok saja, kemungkinan besar bakteri yang ada di dalam toilet tersebut dapat memercik dan mengenai organ genital saat kita menggunakan toilet tersebut. Jika kita hendak menggunakan toilet duduk, sebaiknya kita bersihkan tempat duduk toilet menggunakan tisu basah lalu ulangi menggunakan tisu kering. Mengapa tempat duduk toilet harus dilap menggunakan tisu terlebih dahulu? Hal ini dikarenakan toilet duduk sangat mudah sekali menjadi area penularan dan penyebaran bakteri, jadi sebaiknya bersihkan dulu sebelum mendudukinya. Selain membersihkan tempat duduk toilet, kita juga harus tetap mengguyur toilet terlebih dahulu sebelum menggunakannya.

Setelah kita cebok, jangan lupa mencuci tangan. Kita harus membiasakan mencuci tangan menggunakan sabun dan mengeringkannya, hal ini sangat membantu mengurangi risiko penyebaran bakteri jahat. Bayangkan jika setelah cebok kamu lupa cuci tangan memakai sabun sementara di tanganmu masih menempel beberapa kuman, lalu kamu memegang makanan dan memakannya. Hiii... jorok sekali, kan?

Cebok yang kurang baik dan benar dapat menyebabkan berbagai kondisi kesakitan seperti sakit perut, diare, penyakit infeksi saluran kemih, dan beberapa penyakit lainnya. Cebok mungkin merupakan hal yang sepele, tetapi jika kuman dan bakteri jahat berjalan-jalan masuk ke organ perkemihan, maka hal ini bukan lagi menjadi masalah yang sepele. Pastikan cebok yang baik dan benar agar kesehatan organ perkemihan dan reproduksi tetap terjaga kesehatannya. Cebok bukan sekedar mengguyur air, cebok adalah bagian dari seni dalam menjaga kebersihan tubuh. Mari budayakan cebok yang baik dan benar.