Jomblo? Aku Sih Cuek

by linda 0

Jomblo bukanlah nama artis, tapi sangat populer. Telinga siapa yang tidak pernah mendengar istilah hits ini? Quotes tentang jomblo ini pun mengudara di mana-mana. Ya, tujuan utamanya adalah menghibur kengenesan yang tercipta. Karena kadang dengan begitu, jomblo merasa mulia. Jomblo layaknya minuman, memiliki varian rasa, yaitu rasa ngenes, galau, dan pura-pura bahagia. Banyak yang ngaku-ngaku jomblo ngenes anti galau, padahal kan bohong itu dosa.

Sengenes-ngenesnya orang jomblo adalah jomblo yang ngenes. Jomblo ngenes tidak bereproduksi, tetapi populasinya terus meningkat. Sampai-sampai pemerintah Bandung membangun Taman Jomblo di kotanya. Ternyata nasibnya seperti korban tsunami, masyarakat busung lapar, dan hal-hal sekarat lainnya di negeri ini. Pemerintah melakukan ini demi menghapus segala bentuk kegalauan yang terlanjur melekat, yang diempas lalu datang lagi.

Biasanya jomblo ngenes memiliki umur kejombloan yang luar biasa tua. Jomblo udah 7 tahun, kalau diibaratkan umur anak, udah masuk SD tuh. Apalagi jomblo yang sama dengan umurnya sendiri, bisa kali dipakai untuk menyelamatkan dunia dari hujan koko kran. Tenang saja, ada kiat-kiat sukses mengelabui para pembully mengenai status jomblo ngenes kamu.

Jawablah dengan baik dan benar jika ditanya status

Kalau ada teman yang nanya gini, “Statusnya apa nih sekarang?”, cukup jawab dengan memberikan KTP kamu. Jelas sekali di sana tertulis status belum kawin. Cerdas, kan? Tapi… teman kalian pasti langsung nyanyi, “Aku bertanya pada langit tua, langit tak mendengar…”.

Mudakan umur jomblo kamu

Ya mau diapakan lagi kalau kamu sudah terlanjur terkenal dengan kejombloannya. Pasti ada saja yang kepo tentang berapa lama kamu menjomblo. Contohnya, “Wak, Wak, udah berapa lama sih kau jomblo?”, jawab saja angkanya, misal: 3. Tingkat kepo teman kamu pasti meningkat, “3 hari? 3 minggu? Tiga bulan? 3 tahun?”. Walaupun kamu kesal, tetaplah menjawab dengan nada rendah hati, “Tiga windu, Cepirit Kadal…”.

Hindari tempat-tempat romantis

Jomblo itu harus tahu tempat. Tempatkanlah jomblo pada tempatnya. Jelas ini sangat sulit, karena yang punya pasangan berkeliaran di semua tempat. Serba salah, pergi ke tempat makan lihat yang suap-suapan, pergi ke tempat wisata alam disuruh fotoin pasangan. Apa harus jomblo ngenes diasramakan?

Kumpul sesama jomblo

Tidak ada hal yang paling membahagiakan kecuali bertemu dengan orang-orang yang senasib. Komunitas jomblo sudah ada di mana-mana, jangan malu untuk masuk ke salah satunya. Di sana kamu bisa menikmati hidup, bisa berbagi, bisa ngenes bareng, bisa arisan, bisa bakar-bakar foto mantan, dan bisa lebih jomblo. Pemerintah sudah memberikan fasilitas untuk para jomblo, yang bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. Siapa tahu di sana kamu bisa menemukan seseorang yang sudah ditakdirkan Tuhan. Ditakdirkan untuk tidak bersatu maksudnya… haha.

Yups, kamu tidak bisa berbuat banyak selain hal-hal tadi. Eitts… tapi jomblo tergantung persepsi. Jomblo adalah manusia yang penuh prinsip, bisa memilih harus bahagia atau sedih. Jangan dikit-dikit galau, dikit-dikit menyayat hati. Jadilah jomblo ngenes anti galau. Cuek saja, toh yang pacaran juga ngaku-ngaku jomblo hehehe… Berdoa saja semoga jomblo menjadi penggugur dosa hahaha.