Ini yang Terjadi pada Mahasiswa jika Dosennya Bahenol

by melani 0

Kuliah bisa jadi menjadi sesuatu yang membosankan, tetapi hal ini tidak berlaku pada mahasiswa jika dosennya bahenol. Dosen yang bahenol ternyata dapat menyebabkan serangkaian perubahan fisiologis, perilaku, dan kebiasaan. Apa yang terjadi pada para mahasiswa jika dosennya bahenol?

  1. Rajin Duduk di Kursi Depan

Duduk di bangku paling depan saat kuliah merupakan sesuatu yang paling dihindari oleh mahasiswa. Bangku paling depan dianggap paling horor karena ada kemungkinan dosen bertanya sewaktu-waktu pada mahasiswa yang duduk di bangku tersebut. Tetapi hal ini tidak berlaku jika dosen yang mengajar adalah dosen yang bahenol. Saat jam mengajar dosen yang bahenol, mahasiswa justru saling berebut untuk bisa duduk di kursi paling depan. Kursi paling depan dianggap sebagai spot terbaik untuk bisa menikmati kemolekan tubuh dosen yang bahenol tersebut.

  1. Gagal Fokus

Gangguan utama yang dialami oleh para mahasiswa saat diajar oleh dosen yang bahenol adalah gagal fokus. Para mahasiswa duduk berjajar rapi paling depan, diam tertegun berkonsentrasi menatap sang dosen, tapi tidak ada satu pun kalimat pelajaran yang masuk ke dalam otak. Seandainya diadakan post test setelah perkuliahan, dijamin para mahasiswa yang duduk paling depan justru yang paling tidak mengerti alias zonk! Kegagalan fokus saat perkuliahan dosen yang bahenol bukan lagi menjadi endemi, melainkan pandemi yang terjadi pada hampir seluruh mahasiswa di dunia.

  1. Perubahan Ritmik Jantung

Saat dosen yang bahenol mengajar, ada beberapa perubahan fisiologis yang terjadi pada tubuh mahasiswa saat pelajaran berlangsung. Perubahan fisiologis yang paling sering terjadi adalah perubahan ritmik jantung. Saat dosen memasuki kelas, jantung akan berdegup lebih kencang. Saat pelajaran berlangsung, denyut jantung akan berdegup lebih kencang lagi. Saat dosen menghampiri salah satu mahasiswa dan menanyakan sesuatu, maka denyut jantung si mahasiswa berdegup semakin keras dengan irama yang semakin tidak menentu.

  1. Peningkatan Produksi Air Liur

Selain perubahan denyut dan irama jantung, ternyata terdapat perubahan fisiologis pada tubuh mahasiswa saat mengikuti kelas dosen yang bahenol. Imajinasi mahasiswa ketika menatap dosen yang bahenol dapat menyebabkan pergeseran fokus otak sehingga menimbulkan peningkatan produksi air liur. Jadi jika kamu mahasiswa dan memiliki dosen yang bahenol, disarankan untuk membawa tisu selama pelajaran berlangsung.

  1. Mendadak Rajin Dandan

Mahasiswa mungkin merupakan makhluk yang cuek terhadap penampilan. Untuk berangkat ke kampus, mereka bisa saja mengenakan celana jins butut atau kaos yang sedang menggantung di jemuran tanpa disetrika terlebih dahulu, ditambah dengan rambut kucel yang kadang lupa disisir. Tetapi hal ini tidak terjadi jika mereka mengikuti perkuliahan dosen yang bahenol. Saat perkuliahan dosen yang bahenol, mahasiswa bisa berubah dari makhluk cuek dengan penampakan menyerupai makhluk astral, menjadi makhluk rapi dan manis dengan baju licin rapi jali dan rambut penuh minyak Pomade.

Berbagai perubahan fisiologis dan perilaku pada mahasiswa ini biasanya hanya terjadi pada para mahasiswa dan sama sekali tidak berlaku pada para mahasiswi. Jika dosen bahenol sedang mengajar, kemungkinan besar para mahasiswi akan mencibir dan kasakkusuk tentang penampilan dosen tersebut, mulai dari pakaian yang dianggap terlalu seksi hingga make up yang dikatakan terlalu menor. Jadi jika para mahasiswa senang setengah mati diajar oleh dosen yang bahenol, para mahasiswi jutru sebel setengah hidup saat diajar oleh dosen tersebut. Pernah mengalami hal tersebut?