Asyiknya Nonton Dangdut Koplo

by ariel 0

Dangdut koplo muncul sebagai alternatif dari musik dangdut yang menemui titik jenuh pada periode 1990-an. Saat musik-musik nasional menghegemoni telinga masyarakat, dangdut koplo mendobrak itu semua. Hal ini tidak lepas dari fakta bahwa koplo berakar pada musik-musik daerah, terutama Jaipongan dari Jawa Barat. Irama jaipongan inilah yang menginspirasi musisi-musisi Jawa Timur melakukan aransemen dan menciptakan irama yang kemudian disebut koplo.

Embrio dangdut koplo dimulai pada awal 1990-an, hingga mampu menyita perhatian publik pada tahun 1997. Weintraub dari Texas University menyatakan, musik ini menjadi populer di tengah turbulensi politik, sosial, dan ekonomi yang akrab dikenal sebagai zaman edan. Menurutnya, dangdut koplo di kampung-kampung menjalankan perannya dalam menghibur sekaligus membangkitkan semangat rakyat di tengah kericuhan saat itu.

Pada dekade berikutnya, dangdut koplo tidak terbendung, meskipun tidak lepas juga dari kontroversi. Ketika industri rekaman dihadapkan pada kelesuan ekonomi yang membatasi aktivitas rekaman, dan pembajakan yang semakin marak di awal 2000-an, dangdut koplo mampu beradaptasi dengan sangat baik. Bahkan dangdut koplo berhasil memunculkan Inul Daratista ke belantika musik nasional yang lagu-lagunya kerap diputar di radio dan televisi. Hingga kini dangdut koplo telah mencapai kemapanan bentuknya.

Bukan kebetulan jika aliran dangdut ini disebut koplo. Iramanya yang mengentak dan bertempo cepat memiliki kekuatan musikal yang mendorong pendengarnya untuk menggerakkan badan dan berjoget ria. Menurut para penggemar, irama ritmis itu menghasilkan efek “melayang” bagai menggunakan pil koplo. Sensasi itulah yang membuat aliran ini dijuluki koplo.

Harian Newsletter pernah menjuluki dangdut sebagai The Sound of Indonesia. Hal ini dikarenakan popularitas dangdut yang merasuk ke seluruh elemen masyarakat Indonesia. Karakteristik lainnya adalah, dangdut merupakan penggabungan elemen-elemen musik dalam dan luar negeri. Dalam hal ini adalah pencampuran musik Melayu, Arab, dan India yang terjalin berabad-abad lamanya. Karakteristik ini dianggap sangat sesuai dengan nuansa Nusantara yang toleran terhadap budaya lain.

Dalam dangdut koplo, pencampuran yang ada lebih beragam lagi. Berbagai musik dicampur-aduk dan diaransemen ulang. Ada dangdut koplo bernuansa rock, pop, hingga elemen-elemen musik daerah. Semuanya berbaur dengan lirik-lirik yang kadang bijak, kadang jenaka, kadang juga nakal. Dipandu oleh sensualitas penyanyinya di atas panggung.

Apapun tema lagunya, dapat melebur ke dalam nuansa koplo yang rancak. Tema cinta sekalipun menjadi tidak lagi mendayu-dayu dan putus-asa, namun mampu memercikkan api-api semangat baru. Karena dangdut koplo adalah pembebasan diri dari belenggu-belenggu permasalahan sehari-hari. Di orkes ini segalanya terhenti sejenak.

Menonton dangdut koplo tidak hanya menyenangkan. Ada nuansa yang berbeda yang tidak dapat Anda peroleh di pertunjukkan musik yang lain. Perempuan dan sensualitas memang menjadi satu faktor selain irama dan lirik koplo. Namun jangan lupakan penonton yang juga berasal dari berbagai kalangan. Mereka tumpah ruah di depan panggung yang digelar hanya selemparan batu dari rumah. Mungkin di rumah tetangga.

Inilah keistimewaan yang tidak mampu diperoleh dari musik-musik nasional yang sering kali hanya bisa disaksikan di televisi. Kalaupun ada konser yang digelar langsung di kota Anda, bisa dipastikan nuansa konser itu berjarak dengan Anda. Aura pemain di atas panggung akan khas dengan selebriti ala Ibu Kota. Sedangkan pada dangdut koplo, di mana pun Anda tinggal, memunculkan rasa bahwa mereka yang berada di atas panggung adalah bagian dari Anda. Orang-orang yang tidak berbeda dengan Anda. Berbicara dengan bahasa Anda, berperilaku seperti Anda, dan tentunya berusaha menghibur Anda. Asolole!